Desa Samangki
Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros
MAHASISWA KKN-T 115 SAMANGKI BERDAYAKAN UMKM DESA MELALUI DIGITALISASI TRANSAKSI QRIS
Mahasiswa KKNT 115 Samangki Berdayakan UMKM melalui Pembuatan QRIS
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 115 Samangki menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi desa melalui kegiatan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan pembuatan QR Code Indonesian Standard (QRIS). Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Januari 2026 di Desa Samangki, Kabupaten Maros, sebagai upaya mendorong efisiensi operasional sekaligus modernisasi sistem transaksi pelaku usaha.
Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam pola transaksi keuangan masyarakat. Menyadari hal tersebut, pemerintah bersama Bank Indonesia terus mendorong penerapan QRIS sebagai sistem pembayaran non-tunai yang praktis, aman, dan terintegrasi. Melalui satu kode QR, pelaku usaha dapat menerima berbagai metode pembayaran digital, sehingga transaksi menjadi lebih cepat, efisien, dan nyaman bagi konsumen.
Namun, UMKM sebagai tulang punggung perekonomian desa masih menghadapi tantangan dalam adaptasi teknologi. Banyak pelaku usaha yang masih mengandalkan transaksi tunai, dengan pencatatan keuangan yang belum tertata serta keterbatasan pilihan pembayaran. Kondisi ini berpengaruh pada efisiensi usaha dan daya tarik UMKM di tengah masyarakat yang semakin terbiasa dengan transaksi digital.
Berangkat dari permasalahan tersebut, mahasiswa KKNT 115 Samangki menginisiasi program kerja individu berupa pendampingan pembuatan dan penggunaan QRIS bagi pelaku UMKM di Desa Samangki. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi operasional, mempermudah proses transaksi, serta mendukung strategi pemasaran yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman.
Melalui kegiatan pemberdayaan UMKM berbasis digital ini, diharapkan pelaku UMKM di Desa Samangki mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, meningkatkan efisiensi usaha, serta memperluas jangkauan pemasaran. Program ini juga menjadi langkah nyata mahasiswa KKNT 115 Samangki dalam mendorong terwujudnya UMKM desa yang lebih modern, inklusif, dan berdaya saing di era ekonomi digital.


