Desa Samangki
Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros
MAHASISWA KKN UNHAS-WISNA CIPTAKAN POC INOVATIF LIMBAH RUMAH TANGGA ORGANIK
MAHASISWA KKN UNHAS WISNA CIPTAKAN POC INOVATIF LIMBAH RUMAH TANGGA ORGANIK DI DESA SAMANGKI
Maros, 30 Januari 2026
Wisna, mahasiswa Sarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, berhasil mengembangkan pupuk organik cair (POC) pengolahan limbah rumah tangga organik di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi ramah lingkungan bagi masyarakat pedesaan dalam mengelola sampah organik sehari-hari.
POC yang dibuat Wisna fokus pada konversi limbah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi melalui proses fermentasi aerobik. “Saya terinspirasi dari masalah limbah rumah tangga di Desa Samangki yang sering menumpuk dan mencemari lingkungan. POC ini menggunakan bahan lokal murah seperti kulit pisang, air cucian beras, gula merah serta molase sehingga mudah direplikasi oleh warga,” ujar Wisna saat ditemui di lokasi uji coba, Kamis (30/1).
Pengembangan POC ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan sebagai bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat. Lokasi uji coba di Desa Samangki karena sebagian besar penduduknya adalah petani.
Ketua Kelompok Tani Desa Samangki, Pak Syamsul, menyambut baik inisiatif ini. “Ini sangat membantu kami dalam menjaga kebersihan desa. Kami berharap POC Wisna bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi program desa,” katanya.
Inisiatif Wisna ini menjadi contoh nyata kontribusi mahasiswa Unhas dalam memberdayakan masyarakat lokal dalam menghadapi isu lingkungan.
Wisna, mahasiswa Sarjana Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, berhasil mengembangkan pupuk organik cair (POC) pengolahan limbah rumah tangga organik di Desa Samangki, Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi ramah lingkungan bagi masyarakat pedesaan dalam mengelola sampah organik sehari-hari.
POC yang dibuat Wisna fokus pada konversi limbah organik seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi melalui proses fermentasi aerobik. “Saya terinspirasi dari masalah limbah rumah tangga di Desa Samangki yang sering menumpuk dan mencemari lingkungan. POC ini menggunakan bahan lokal murah seperti kulit pisang, air cucian beras, gula merah serta molase sehingga mudah direplikasi oleh warga,” ujar Wisna saat ditemui di lokasi uji coba, Kamis (30/1).
Pengembangan POC ini dilakukan selama kurang lebih dua bulan sebagai bagian dari tugas pengabdian kepada masyarakat. Lokasi uji coba di Desa Samangki karena sebagian besar penduduknya adalah petani.
Ketua Kelompok Tani Desa Samangki, Pak Syamsul, menyambut baik inisiatif ini. “Ini sangat membantu kami dalam menjaga kebersihan desa. Kami berharap POC Wisna bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi program desa,” katanya.
Inisiatif Wisna ini menjadi contoh nyata kontribusi mahasiswa Unhas dalam memberdayakan masyarakat lokal dalam menghadapi isu lingkungan.


