Desa Samangki
Kecamatan Simbang, Kabupaten Maros
KKN UNIVERSITAS HASANUDDIN GEL. 115 GELAR SOSIALISASI PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI
KKN Universitas Hasanuddin Gel. 115 Gelar Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini di MA Darul Rasyidin Desa Samangki, Dusun Balangajia
Samangki, 12 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 115 Universitas Hasanuddin yang bertugas di Desa Samangki mengadakan kegiatan sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Acara dihadiri oleh 24 Siswa MA Darul Rasyidin ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang dampak dan risiko pernikahan pada usia dini.
Sosialisasi yang berlangsung interaktif tersebut dibawakan oleh Muhammad Agung Pratama Anwar, salah satu mahasiswa KKN Unhas yang fokus pada isu sosial dan pendidikan. Dalam paparannya, Agung menjelaskan secara kompherensif berbagai aspek terkait pernikahan dini, mulai dari definisi pernikahan dini secara umum, menurut UU, syarat perkawinan, Hak anak yang hilang, pernikahan dini dalam perspektif hukum islam, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini, cara mencegah pernikahan dini.
Pernikahan dini bukan hanya persoalan adat atau ekonomi, tetapi menyangkut masa depan generasi. Risiko kesehatan pada ibu dan anak, putusnya pendidikan, serta tantangan ekonomi keluarga muda sangat besar. Penting untuk memahami bahwa menunda pernikahan hingga usia yang matang adalah investasi untuk kualitas hidup yang lebih baik," jelas Agung di hadapan peserta.
Materi yang disampaikan mencakup Undang-Undang Perkawinan yaitu UU No. 1 Tahun 1974 yang di revisi ke UU No. 19 Tahun 2019 yang menetapkan batas minimal usia nikah 19 tahun bagi laki-laki dan perempuan, pentingnya pendidikan, serta bagaimana membangun ketahanan keluarga. Sosialisasi juga dilengkapi dengan data dan contoh kasus untuk mendekatkan pemahaman pada kondisi nyata
Acara berlangsung dengan tanya jawab yang aktif. Beberapa siswa menyampaikan pertanyaan seputar tekanan sosial, budaya, serta alternatif solusi selain menikah di usia muda.
Diharapkan, dengan adanya sosialisasi ini, kesadaran siswa akan pentingnya mencegah pernikahan dini semakin meningkat, sehingga dapat berkontribusi pada pengurangan angka pernikahan dini dan peningkatan indeks pembangunan manusia di Desa Samangki.


